ID / EN
Campus News

Sabet Juara Tiga Besar Nasional, Tim Pertalight UPER Gagas Solusi Hak Pejalan Kaki di Kota Besar


Published by: Universitas Pertamina Monday, May 18th 2026
Read: 118 times
Tantangan mobilitas di wilayah megapolitan seperti Jakarta, yang populasinya diprediksi
mencapai 42 juta jiwa pada 2026 (PBB), kini berada di titik kritis terkait inklusivitas ruang publik. Sebagai potret umum kota besar di tanah air, infrastruktur pedestrian seringkali terabaikan di
tengah masifnya pembangunan fisik.

Temuan di lapangan mengungkap ironi: 90 persen trotoar
di pusat-pusat aktivitas justru dikuasai parkir liar dan PKL (Koalisi Pejalan Kaki, 2026). Dampaknya paling dirasakan oleh penyandang disabilitas, di mana 70 persen fasilitas guiding
block tidak lagi berfungsi karena rusak atau tertutup permanen (Pertuni, 2026).

Ketidaksiapan infrastruktur pedestrian ini menjadi alasan kuat mengapa Jakarta hanya
menempati peringkat ke-46 dari 60 kota dalam Indeks Kesiapan Mobilitas Perkotaan Global. Peringkat ini menjadi pengingat bahwa kualitas mobilitas sebuah kota tidak hanya diukur dari
pertumbuhan penduduk, tetapi juga dari integritas jalur pedestrian yang menjamin hak
keamanan seluruh warga tanpa terkecuali.

Merespons realitas tersebut, mahasiswa Komunikasi Universitas Pertamina (UPER) yang
tergabung dalam tim Pertalight Public Relations yakni Miftakhul Laili Afifah, Imtiaz Ahmad dan
Zhaira Zata Aqma, merancang kampanye komunikasi publik bertajuk "Jejak Kota: Langkah
Jakarta Menuju Inklusivitas". 

Inisiatif ini berhasil meraih Juara 3 dalam Kompetisi Public
Relations Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, menyisihkan 20 tim dari berbagai
universitas nasional.
"Krisis pedestrian di Jakarta berakar pada masalah perilaku dan lemahnya penegakan aturan.

Tanpa empati masyarakat dan pengawasan yang ketat, infrastruktur trotoar akan terus
kehilangan nilai fungsinya bagi kehidupan sehari-hari warga," ujar Imtiaz Ahmad, perwakilan
tim.

Dampak dari kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Penyalahgunaan trotoar berkontribusi pada
18.302 kasus kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki (Goodstats, 2025). 

Tim Pertalight
kemudian menghitung estimasi kerugian ekonomi dari angka tersebut menggunakan
pendekatan Severity Index berbasis aktuaria, sebuah metode yang lazim digunakan dalam kajian
risiko keselamatan jalan dan menghasilkan estimasi kerugian total sekitar Rp380,49 miliar, atau
rata-rata Rp20,79 juta per kasus. 

Angka ini bersifat estimasi kalkulatif berdasarkan data
kecelakaan yang tersedia, bukan hasil audit kerugian langsung, sehingga perlu dibaca sebagai
gambaran besaran dampak, bukan angka final yang telah terverifikasi.

Di bawah bimbingan Muhammad Nur Ahadi, M.I.Kom., dan Ita Musfirowati Hanika, M.I.Kom.,
kampanye "Jejak Kota" dirancang sebagai cetak biru komunikasi inklusif yang dapat diadopsi
oleh pemerintah kota lain di Indonesia. Tak hanya merancang aktivasi media sosial, tim juga
mendesain aksi edukasi langsung di lapangan, seperti signage interaktif berfitur QR Code yang
terhubung ke aplikasi JAKI untuk mempermudah pelaporan kerusakan atau penyalahgunaan
trotoar. 

Melalui integrasi ini, Imtiaz berharap kampanye tersebut mampu memicu aksi nyata serta menumbuhkan budaya empati warga dalam menjaga ruang publik yang aman dan inklusif
bagi pejalan kaki, terutama kelompok disabilitas.

Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, M.Si., menegaskan bahwa
inisiatif ini merupakan kontribusi nyata akademisi terhadap Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (SDGs) Poin ke-11, yakni mewujudkan Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.
“Selain menonjolkan kreativitas, melalui pembelajaran di mata kuliah Produksi Public Relations
dan Manajemen Pemasaran Sosial, mahasiswa juga didorong untuk melahirkan solusi praktis
yang menyentuh permasalahan mendasar masyarakat.

Universitas Pertamina berkomitmen
untuk terus mencetak praktisi komunikasi handal yang tak hanya piawai secara teknis, tetapi
juga peka terhadap sisi kemanusiaan dari setiap pesan yang mereka rancang,” tutup Prof. Djoko
Thumbnail
Share:
Share to WhatsApp
Share to Facebook
Share to X
Share to Telegram
Share to LinkedIn

Leave a Reply
The content of comments is the sole responsibility of the user and is governed by the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE).

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved