Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Pertamina (UPER) berhasil meraih Juara 1 pada ajang International Concrete Competition 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS). Kompetisi internasional ini mengusung tema “Next Gen Eco Concrete: Stronger With Waste Based High Early Strength Concrete” dan berlangsung pada 18 Agustus hingga 23 November 2025.
Kompetisi ini menyoroti inovasi beton ramah lingkungan berbasis limbah dengan kekuatan awal tinggi. Rangkaian lomba meliputi tahap penyisihan hingga final yang mencakup penyusunan proposal, proses pengecoran, presentasi, serta pengujian kuat tekan beton di fasilitas Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui pendekatan beton ramah lingkungan yang mengkombinasikan material berbasis limbah dengan performa kuat tekan awal tinggi.
Tim Universitas Pertamina yang bernama Tim Superilla, terdiri dari Ahmad Hafidz Maulana, Rania, dan Afrizal Wahyudi, mengembangkan beton self-compacting green concrete dengan memanfaatkan volcanic ash, CaCO₃, fly ash, serta limbah botol plastik sebagai substitusi sebagian semen dan agregat kasar.
Inovasi beton tersebut, yang dikembangkan dengan konsep low cement self-compacting, dirancang untuk menurunkan emisi karbon sekaligus menghasilkan kuat tekan awal yang tinggi. Selain berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan, inovasi ini juga menawarkan solusi konstruksi yang lebih efisien dari sisi material.
Keunggulan inovasi tersebut diperkuat melalui hasil analisis Life Cycle Assessment (LCA) dan Life Cycle Cost (LCC). Hasil kajian menunjukkan bahwa beton yang dikembangkan Tim Superilla memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah serta biaya produksi yang lebih efisien dibandingkan beton konvensional.
“Beton low cement self-compacting ini dirancang untuk mengurangi emisi karbon sekaligus memberikan kuat tekan awal yang tinggi. Hasil Life Cycle Assessment dan Life Cycle Cost menunjukkan sistem ini lebih ramah lingkungan dan efisien secara biaya dibandingkan beton konvensional,” ujar Rania, anggota Tim Superilla.
Keberhasilan ini mencerminkan kemampuan mahasiswa Universitas Pertamina dalam mengembangkan inovasi berbasis riset terapan yang relevan dengan kebutuhan industri konstruksi berkelanjutan serta tantangan pengurangan emisi karbon di sektor infrastruktur.
Rangkaian kompetisi ditutup dengan kegiatan awarding dan seminar internasional yang menghadirkan para pakar di bidang teknologi beton. Kegiatan tersebut menjadi wadah berbagi pengetahuan sekaligus penguatan jejaring akademik di tingkat internasional.
Prestasi ini turut memperkuat kontribusi Universitas Pertamina dalam mendorong pengembangan inovasi teknik sipil ramah lingkungan serta meningkatkan daya saing mahasiswa di kancah internasional. [MP]